YLKI: Parameter Uji Kualitas Air Minum Jakarta Memenuhi Baku Mutu

15 Desember 2016

Hasil survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terhadap kualtias air minum Jakarta dinyatakan bahwa parameter yang diteliliti menunjukkan memenuhi ambang batas. Hasil penelitian ini disampaikan di Hotel Sofyan Jakarta Pusat, Rabu (14/12/16) saat berlangsung Forum Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). FGD kali ini mengusung isu mengenai Kualitas Pelayanan Air Minum di DKI Jakarta yang Humanis dan Costumer Oriented.FGD dihadiri oleh pihak-pihak yang mempunyai kendali terhadap pelayanan air minum di Jakarta, seperti PAM Jaya, PALYJA, Aetra, Dinas Kesehatan BPPSPAM, Balifokus, Indowater, WHO, perwakilan Pelanggan, serta Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi DKI Jakarta.

Yang menjadi latar belakang diselenggarakan FGD ini adalah data pengaduan yang diterima YLKI selama dua tahun terakhir yang terkonsentrasi pada permasalahan pelayanan dan tagihan air minum.Pemaparan pertama,Hasil Uji Kualitas Air PAM dan Survey Pengaduan Pelayanan Pelanggan PAM, dipaparkan oleh Eva Rosita, S.KM. Pengujian kualtias air dilakukan terhadap tiga parameter, yaitu kandungan Air Raksa (Hg), Timbal (Pb) dan laruasn padat tersuspensi (Total Dissolved Solid), yang diambil pada 23 titik uji. Hasilnya, ketiganya disimpulkan masih memenuhi baku mutu, sesuai Permenkes No. 492/MENKES/PER/14/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Acara FGD ini dibuka oleh Bapak Irwandi ,SH ,MM MH selaku Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Perdagangan serta sambutan dari Bapak Tulus Abadi ,SH selaku Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Pada paparan hasil survey, dijelaskan adanya pelanggan yang masih mengeluhkan mengenai air mati, aliran air kecil, dan tagihan siluman.

Pada FGD tersebut, juga  dipaparkan mengenai Regulasi dan Fungsi Pengawasan atas Pelayanan PAM di DKI Jakarta,  oleh Dormaringan H. Saragih (Badan Regulator PAM DKI), dan paparan mengenai Potensi Cemaran pada Air Bersih di Daerah Perkotaan dan Dampaknya terhadap Kesehatan Masyarakat oleh A. Rachman, M.Env (Universitas Indonesia)

Dipaparkan oleh Dormaringan,kondisi pelayanan air minum Jakarta hingga kuartal pertama 2016 sesuai indikator kinerja dalam PKS (Perjanjian Kerja Sama) dan beberapa tantangan dan peluang pelayanan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, yaitu dengan memaksimalkan channel pengaduan pelanggan, pelayanan MBR dan rumah susun, standar penanganan pengaduan, penanganan Zero Consumption pelanggan, dan penanganan konsumsi tidak wajar. Dalam hal me-respon aduan pelanggan, dijelaskan juga kinerja dua operator swasta (PALYJA dan Aetra) dalam penanganan keluhan pelanggan dan saluran pengaduan yang telah disediakan.

Rachman, M.Env selaku akademisi, memaparkan bahwa dalam mengevaluasi kualitas air menggunakan Baku Mutu Lingkungan (BML) tidak selalu berbahaya apabila nilai nya di atas BML tersebut dan sebaliknya. Dijelaskan juga beberapa cara evaluasi kualitas air selain membandingkannya dengan BML, diantaranya adalah dengan analisis kecenderungan ekologis, evaluasi indeks atau indikator kualitas, serta estimasi resiko dan analisis epidemiologi.

Berbagai masukan juga diberikan peserta. Antara lain dari PAM Jaya, Aetra, PALYJA, BPPSPAM, Indowater, WHO dan pelanggan. PAM Jaya memberi penjelasan tentang kondisi air baku Jakarta.

Beberapa hal dapat disimpulkan dari FGD ini, diantaranya adalah (1) Adanya masalah di hulu (kurangnya pasokan air baku) yang menyebabkan penurunan kualitaspelayanan air minum. (2) Hak dan kewajiban pelanggan yang sudah ada dalam perjanjian tertulis pada awal pernyataan sebagai pelanggan, harus dipahami dan dilaksanakan. (3) PerlunyaKebijakandanStrategiPengembangan SPAM di DKI Jakarta (4) Perlunya tindakan hukum yang tegas mengenai penggunaan air tanah di Jakartasehinggadiharapkanpenggunaan air tanah beralih menjadi air perpipaan/air PAM (5)Masihterdapatkeluhanpelangganterkaitkuantitas, kualitas, dankontinuitas air PAM (6) Perluadanyasosialisasidantransparansiterkaittagihan air PAM.

Peningkatan kualitas pelayanan air minum di DKI Jakarta memerlukan peran dari setiap pihak terkait. Bukan hanya peran dari PAM Jaya beserta operatornya, namun juga peran pemerintah daerah dalam konservasi air dan penyediaan air baku, peran pelanggan dalam melakukan pengawasan pelayanan terkait kebocoran maupun tindakan pencurian air, serta dinas kesehatan dalam mengontrol kualitas air minum di DKI Jakarta (SK/CM,dhs).


Berita Terkait Layanan Air Minum

Antisipasi Kekeringan, Pemkot Jakut Koordinasi dengan PAM Jaya Tambah Suplai Air Bersih

Warta Kota Senin, 29 Juli 2019
Musim kemarau berkepanjangan membuat Pemerintah Kota Jakarta Utara berkoordinasi dengan PAM Jaya, ... Baca Selengkapnya  

Pemkot Jakarta Utara minta PAM Jaya tambah suplai air bersih

Senin, 29 Juli 2019
Jakarta (ANTARA) Pemerintah Kota Jakarta Utara akan berkoordinasi dengan PAM JAYA untuk menambah ... Baca Selengkapnya  

Mulai Besok, Pasokan Air Bersih di Sebagian Jakarta Terhenti

Poskotanews.com
JAKARTA – Pasokan air bersih di sebagian wilayah Jakarta, bakal mengalami gangguan selama 2 ... Baca Selengkapnya  

Gali Sembarangan, Pemprov DKI Bakal Cabut Izin

poskotanews.com Jakarta, 29 Juni 2019
JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta meminta rekanan PLN profesional dalam pekerjaan. Sebab, akibat ... Baca Selengkapnya  

Ini Janji Anies, PAM Jaya Harus Tuntaskan Pipanisasi Air Bersih

Poskotanews.com Kamis, 20 Juni 2019
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memerintahkan PAM Jaya segera menuntaskan pipanisasi ... Baca Selengkapnya