Laporan Triwulan II 2016DOWNLOAD  

04 Juli 2016

Dari segi affordabilitas pelanggan, secara umum terlihat bahwa pelanggan dalam golongan tariff K-4A dan K-4B beban belanja airnya telah melebihi standar 4% affordabilitas Permendagri. Sedangkan kelompok K-2, K-3A dan K-3B masih terdapat ruang untuk menetapkan tarif sesuai standar 4% karena beban belanja masih dibawa standar.

Kenaikan Opex Palyja dari triwulan I ke triwulan II sebesar 2,8 milyar atau 1,40% dan untuk AETRA kenaikan Opex dari triwulan I ke triwulan II sebesar 17,1 milyar atau 11%. Untuk kenaikan Capex Palyja dari triwulan I ke triwulan II sebesar 9,7 milyar atau 468% dan AETRA kenaikan Capex dari triwulan I ke triwulan II sebesar 12,6 milyar atau 81%.

Untuk aspek teknik, sampai dengan akhir triwulan II, realisasi PALYJA masih jauh dari target teknik yang ditetapkan untuk akhir tahun 2016. Parameter cakupan pelayanan dan jumlah sambungan tidak mengalami peningkatan tetapi terus mengalami penurunan. Tingkat kehilangan air PALYJA mengalami penurunan dibandingkan dengan triwulan I namun masih lebih tinggi dari realisasi tingkat kehilangan air di tahun 2015 dan masih jauh dari target yang ditetapkan di akhir tahun 2016.

Sedangkan, realisasi Aetra di triwulan II mengalami peningkatan dibandingkan dengan realisasi di triwulan I terutama untuk parameter cakupan pelayanan dan jumlah sambungan. Tingkat kehilangan air Aetra mengalami penurunan dibandingkan dengan triwulan I namun masih lebih tinggi dari realisasi tingkat kehilangan air di tahun 2015 dan masih jauh dari target yang ditetapkan di akhir tahun 2016.

Untuk DKI Jakarta secara keseluruhan, kelima target teknis yaitu cakupan pelayanan, jumlah sambungan, volume air terjual, volume air produksi, dan tingkat kehilangan air belum tercapai. Cakupan pelayanan tidak mengalami peningkatan tetapi mengalami penurunan di triwulan II. Sedangkan, untuk tingkat kehilangan air mengalami penurunan dibandingkan dengan triwulan I namun masih jauh dari target yang ditetapkan untuk akhir tahun 2016.

Untuk standar pelayanan, tekanan dan kualitas air di pelanggan belum memenuhi standar 100% tekanan air ≥0,75 atm dan kualitas air minum. Standar pelayanan untuk tekanan air di DKI Jakarta pada triwulan II baru 45% titik sampling (29% pelanggan)

 

yang mencapai 0,75atm. Sementara untuk kualitas air, pada triwulan II, 98,85% pelanggan berada pada wilayah DWA yang memenuhi kualitas air minum. Namun masih banyak ditemukan keluhan terkait kualitas air di lapangan.

Untuk pelanggan kelompok I, II, dan IIIA dengan konsumsi tidak normal, BRPAM telah melayangkan surat kepada para pihak terkait hal termaksud dan respon terhadap Peraturan Gubernur DKI Jakata nomor 10 tahun 2015 sebagaimana tersebut dalam laporan Triwulan II/2016 ini. Selanjutnya akan dilakukan monitoring terhadap segala upaya para pihak.

Untuk aspek humas, rata-rata pemberitaan mengenai Aetra pada triwulan II kebanyakan tentang pemberitaan dengan tone positive. Untuk Palyja, pemberitaan dengan tone negatif meningkat pada bulan Juni dengan 5 berita negatif jika dibandingkan dengan bulan mei yang hanya berkisar 3 berita.

Keluhan Pelanggan PALYJA dilihat dari aspek kualitas dan kuantitas mulai bulan Januari hingga Juni 2016 menunjukkan bahwa keluhan mengenai kuantitas air kecil dan air mati banyak dilaporkan terjadi diwilayah UPP Barat. Sedangkan untuk keluhan mengenai kualitas air pada bulan Januari 2016, keluhan pelanggan sangat tinggi dan banyak dilaporkan terjadi di daerah UPP Pusat. Tetapi pada bulan berikutnya dan seterusnya jumlah keluhannya tampak menurun dan tidak ada peningkatan yang seperti pada bulan Januari. Sementara Masalah Kuantitas Air (Air Kecil) juga dilaporkan paling banyak terjadi di aderah pelayanan UPP Barat lalu UPP Pusat, sedangkan untuk UPP selatan tidak banyak dilaporkan dan jumlah laporannya tidak mengalami peningkatan maupun penurunan yang drastis. Masalah Kuantitas Air (Air Mati) juga banyak dilaporkan terjadi di daerah pelayanan UPP Barat dan pada daerah Pelayanan UPP selatan keluhan ini sangat sedikit dan tidak mengalami peningkatan yang drastis.

Keluhan Pelanggan AETRA pada bulan April 2016 Untuk total keluhan pada bulan April adalah sejumlah 12.737 keluhan. Pada bulan Mei total keluhan meningkat sejumlah 22.582 keluhan. Keluhan Pelanggan pada bulan Juni 2016 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan Mei, total keluhan pada bulan Juni sejumlah 22.929 keluhan.

 


Berita Terkait Layanan Air Minum

Sisa Dana CSR PAM Jaya Akan Disalurkan Untuk Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

http://poskotanews.com Senin, 11 Desember 2017
JAKARTA (Pos Kota) – Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya akan menggunakan sebagian dana CSR-nya ... Baca Selengkapnya  

Selama 22 Tahun PAM Jaya Tak Bangun Jaringan Baru

https://metro.sindonews.com Jum'at, 8 Desember 2017 Yan Yusuf
Hampir 22 tahun lamanya, PAM Jaya tak juga membangun jaringan baru. Kondisi ini membuat Jakarta ... Baca Selengkapnya  

Erlan Hidayat Jadi Ketum Perpamsi 2017-2021

Bisnis.com, 8 Desember 2017 Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis.com, JAKARTA - Erlan Hidayat dan Haris Yasin Limpo Terpilih Sebagai Ketua Umum dan Wakil ... Baca Selengkapnya  

PAM Jaya Pasang Jaringan Pipa Air Bersih di 5 Rusunawa Tanpa Suntikan Modal Pemprov DKI

http://wartakota.tribunnews .com Sabtu, 2 Desember 2017
WARTA KOTA, PALMERAH --- Direktur Utama PT PAM Jaya Erlan Hidayat mengatakan, pihaknya saat ini ... Baca Selengkapnya  

Tindak Lanjut Keinginan Anies, Pam Jaya Pasang Pipa Air Bersih

https://metro.sindonews.com Selasa, 28 November 2017 Yan Yusuf
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta gencar melakukan pemasangan pipa air bersih di ... Baca Selengkapnya